












Setelah kehilangan ibu dan tanah airnya, keputusasaan Sitara berubah menjadi tekad berkat kekuatan ilmu pengetahuan. Peluang baru terbuka ketika sebuah keluarga cendekiawan menampungnya dan memperdalam pendidikannya. Sementara itu, Kekaisaran Mongol di bawah pimpinan Genghis Khan menaklukkan satu demi satu bangsa, kian mendekati tempat tinggal baru Sitara. Setelah ia ditawan oleh Pangeran Keempat kekaisaran tersebut, kobaran dendam pun menyala dalam dirinya.